Halaman

Minggu, 10 Januari 2010

Vaksin AIDS

Vaksin AIDS Terus Diteliti

Vaksin pencegah serangan human immunodeficiency virus (HIV) terus diteliti.Baru-bearu ini ditemukan partikel dalam sistem imun yang menyerang virus acquired immunodeficiency syndrome (AIDS). Bahan tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi vaksin yang mampu memberikan perlindungan dari infeksi mematikan yang belum ada obatnya ITU.
beberapa peneliti dari Amerika Serikat memanfaatkan teknologi untuk memeriksa darah dari 1800 oramg yang terinfeksi AIDS. Dalam risetn itu berhasil diidentifikasi 2 bahan dalam sistem daya tahan tubuh yang tergolong antibodi. Bahan tersebut diperkirakan mampu menetralkan virus . "Ada kesempatan besar untuk mendesain vaksin,"kata ketua tim studi Dennis Burton dari The Scripps Research Institute di La Jolla, California.

HIV/AIDS menyerang sistem kekebalan tubuh. Infeksi HIV tak akan menunjukkan gejala apapun hingga 10 tahun. Bila kekebalan menurun drastis, orang tersebut memasuki fase AIDS. Pada kondisi ini beraneka kuman dan jamur mudah menyerang. HIV/AIDS bisa menular melalui hubungan seksual, penggunaan jarum suntik dari orang yang terinfeksi, dan pada proses persalinan.

Sejak AIDS menjadi pandemi pada awal 1980-an, lebih dari 250 juta orang meninggal dunia karena terjangkit virus yang melumpuhkan sistem imun tersebut. WHO (badan kesehatan dunia) memperkirakan, 33 juta orang telah terinfeksi. Obat-obatan yang sudah ada membantu mengontrol virus. Sedangkan pembuatan vaksin belum pernah berhasil.

Diambil dari harian Jawa Pos edisi 5 september 2009 halaman 34

Tidak ada komentar:

Posting Komentar